a. Dasar
Hukum Hutang
1). Dasar Al-Quran
Alloh SWT telah
menggambarkan secara tegas di dalam al-Quran tentang hutang piutang pada surah Al-Baqarah
[2] : 282
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu
bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu
menuliskannya. Dan hendaklah seorang
penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan
menuliskannya sebagaimana Alloh telah mengajarkannya, maka hendaklah ia
menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan ( apa yang akan
ditulis itu),
