Kamis, 12 Desember 2013

Dasar Hukum Hutang


a.       Dasar Hukum Hutang
1). Dasar Al-Quran
Alloh SWT telah menggambarkan secara tegas di dalam al-Quran  tentang hutang piutang pada surah Al-Baqarah [2] : 282

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Alloh telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan ( apa yang akan ditulis itu), 



dan hendaklah ia bertakwa kepada Alloh Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun dari utangnya. Jika yang berutang itu orang lemah akalnya atau lemah (keadaannya), atau ia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaknya walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki diantara kamu. Jika tidak dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberikan keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Alloh dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulakan) keraguan. (Tulislah Muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu, maka tidak dosa bagi kamu (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis; dan saksi saling menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka seseungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan, bertakwalah kepada Alloh; Alloh mengajarmu; Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu [1]
2). Al-Hadist
            Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan ditegaskan dalam shahihain, dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi saw bersabda :

Artinya : “ Barangsiapa yang meminjamkan sesuatu, hendaklah dia melakukannya dengan takaran, timbangan dan jangka waktu yang pasti.” (HR Bukhori dan Muslim)[2]

b.      Syarat dan Rukun Hutang

c.       Jenis-Jenis  Hutang

Hutang yang kita jumpai, berdasarkan tipenya bisa diklasifikasikan kedalam lima kelompok, yaitu :[3]
-          Berdasarkan periode hutang : a]. utang jangka pendek ( kurang dari satu tahun)  b]. utang jangka menengah (1-5 tahun), dan c]. utang jangka panjang (lebih dari 5 tahun).
-          Berdasarkan penggunangan hutang : a] real estate loan ( hutang untuk kepemilikan perumahan, toko, dan sebagainya); b] personal loan ( utang untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi); c] non real estate loan ( utang-utang lainnya)
-          Berdasarkan ada tidaknya jaminan : a] secured loan (utang yang mensyaratkan adanya jaminan/collateral tertentu, dan b] unsecured loan (utang yang tanpa mensyaratkan jaminan).
-          Berdasarkan tingkat suku bunga: a]. fixed rate loan (utang yang memilki tingkat suku bunga tetap sampai dengan jatuh tempo), dan b] variable rate loan ( utang dengan tingkat suku bunga berubah-rubah sesuai dengan kondisi saat itu)
-          Berdasarkan tipe pembayaran : a] single payment loan ( utang dengan model pembayaran satu kali atas nominal utang tersebut, dan biasanya di akhir periode utang) b] line of credit ( utang dengan model maksimum plafon pinjaman dan pengusaha diperkenankan memnijam maksimum sebesar plafon tersebut), c] amortized loan ( utang dengan pembayaran bunga lebih besar diawal periode dan semakin lama semakin menurun, biasanya untuk pinjaman KPR dan kepemilikan kendaraan dan c]  ballon payment loan ( utang dengan fleksibilitas pembayaran lebih besar di akhir periode)




[1]  Muhammad Nasib Ar-Rifa’I, “ Kemudahan dari Alloh : Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 “, penerjemah :  Syihabuddin, Gema Insani Press : Jakarta, 1999, hlm. 462
[2] Ibid, hlm. 463
[3] Rhenald Kasali, dkk., ““Modul Kewirausahaan : untuk program S1”, Mizan Publika : Jakarta, 2010, hlm. 174-175


0 komentar:

Posting Komentar